Saturday, October 1, 2011

-Ukhuwah Fillah Abadan Abada-

Bismillahirrahmanirrahim…

Segala puji hanya bagi Allah swt, Rabb Yang Maha Agung Lagi Maha Luas Kekuasaan-Nya. Maha suci Allah dan segala puji bagiNya sebanyak bilangan ciptaanNya dan keredhaanNya, dan seberat timbangan arsy-Nya, dan sebanyak dakwat yang terpakai untuk menulis kalimahNya. Selawat dan salam diutuskan buat Rasulullah saw, penghulu sekalian alam. Salam sejahtera buat ahli keluarga serta para sahabtnya yang unggul.

Sahabat-sahabatku yang dicintai kerana Allah swt,

Alhamdulillah, bersyukur kita kepada Allah swt, kerana sehingga ke saat ini, Allah swt dengan segala kemurahan kasih sayangNya, masih sudi menganugerahkan kita nikmat untuk bernafas buat sehari lagi. Sesungguhnya hari-hari yang kita lalui dalam hidup ini merupakan peluang-peluang untuk kita terus memilih Syurga Allah swt sebagai destinasi akhir dalam kehidupan kita, lalu kita susuli hari itu dengan membawa jiwa perhambaan hanyasanya kepadaNya, serta melaksanakan ketaatan dengan penuh kerendahan hati. Namun begitu, nikmat ini tidaklah dirasai oleh semua manusia tetapi hanya insan-insan pilihan Allah swt yang sentiasa hidup hatinya dengan keimanan. Pada hari ini, manusia telah disibukkan dengan sistem Jahilliah, di mana, mereka sentiasa berfikiran materialistik. Mereka berusaha sedaya upaya untuk mencari sesuap rezeki sehingga tidak sempat menjamah sesuap nasi pun. Bangun sahaja dari tidurnya, tidak ada yang lebih difikirkan bagaimana untuk menambahkan kualiti hidup dunianya. Soal agama bagi mereka tidak bernilai lansung, dan sesiapa yang mengamalkan ajaran Islam, merupakan mereka yang ketinggalan zaman (low class). Inilah jahilliah zaman moden , iaitu kebodohan dalam kemodenan. Begitulah licik dan halusnya perancangan kafir Laknatullah, iaitu menjauhkan Umat Islam dari ajarannya. Rencana mereka : “Hancurkan Islam, Hapusnya Penganutnya”, kerana kesungguhan mereka dan strategiknya perancangan mereka, Umat Islam kini semakin menjurus ke lembah kehinaan. Pada hari ini juga, perasaan kasih dan sayang sesama manusia kian tenggelam ditelan zaman. Manusia saling mementingkan hal masing-masing sehingga tidak sempat memandang kebajikan dan keperluan saudaranya. Dengki mendengki, sihir menyihir, benci membenci dan dendam mendendam meresap ke darah daging mereka, akhirnya mereka saling bunuh membunuh saudara-saudara seagamanya tanpa merasai besarnya dosa itu. MasyaAllah. Bagaimanakah untuk menyelesaikan masalah Umat Islam hari ini?????

Hanyalah dengan kembali kepada Fitrah Islam merupakan penyelesaian kepada segala permasalahan. Mendalami konsep Ukhuwah Islamiyah, itulah satu satunya resolusi yang harus diambil oleh setiap insan bernama manusia yang sedar.

Sidang pembaca sekalian,

Apakah sebenarnya Ukhuwah Islamiyah itu?

Menurut Imam Hasan Al-Banna:

Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan IKATAN AQIDAH (wahdatul aqidah).

Hal ini bermaksud, kita memahami dengan jelas bahawa, setiap persahabatan yang kita jalinkan bersama saudara kita, tidak bersandarkan kepada apapun melainkan hanya kerana ALLAH swt dan hanya untuk bersatu dalam melaksanakan ketaatan kepada perintah ALLAH swt, Rabb Yang Maha Esa. Itulah yang dikatakan IKATAN AQIDAH.

Hakikat Ukhuwah Islamiyah

1. Nikmat Allah (QS. Surah Ali-Imran: 103)

“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai-berai; dan ingatlah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu dahulunya bermusuh-musuhan, lalu Dia (Allah) menjinakkan hati kamu sehingga kamu menjadi bersaudara dengan nikmat-Nya (nikmat Allah), padahal (dahulunya) kamu berada di pinggir lubang neraka, lalu Dia (Allah) selamatkan kamu. Demikianlah Allah menyatakan ayat-ayat-Nya (tanda-tanda Allah) kepada kamu agar kamu mendapat petunjuk.”

2. Perumpamaan tali tasbih (QS.Surah Az-Zukhruf : 67)

“ Pada hari itu sahabat-sahabat karib: setengahnya akan menjadi musuh kepada setengahnya yang lain, kecuali orang-orang yang persahabatannya berdasarkan taqwa (iman dan amal salih).”

3. Merupakan arahan Rabbani (QS.Surah Al-Anfal: 63)

“ dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(QS. 8:63)

4. Merupakan cermin kekuatan iman (QS. Surah Al-Hujurat: 10)

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”

Perbezaan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Jahiliyah

Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan aqidah dan syariat Islam. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer (terbatas pada waktu dan tempat), yaitu ikatan selain ikatan aqidah (misal: ikatan keturunan [orang tua-anak], perkahwinan, nasionalisme, kesukuan, kebangsaan, dan kepentingan peribadi).

Bagi masyarakat jahilliah atau mereka yang mempunyai penyakit dalam hatinya, perhubungan yang mereka jalinkan, pasti ada sebab musababnya dan semuanya untuk menjaga kebajikan dirinya sendiri.. Tidak ada apa yang mengikat perhubungan mereka melainkan atas nama kebendaan. Walaupun Negara mereka mengalami perbagai kekecohan pergaduhan dan sebagainya, namun, untuk melaksanakan rencana mereka untuk menghancurkan Islam, mereka sanggup bersatu dan bekerjasama. Itulah ukhuwah jahilliah.

Begitu juga dengan diri kita, sekiranya kita bersahabat dengan niat untuk menjatuhkan saudara kita itu, atau menjadi batu api,melaga-lagakan manusia lain, dan berharapkan sesuatu yang bersifat keduniaan bersamanya, bermakna, keikhlasan kita belum mantap, dan dibimbangi, kita tergolong bersama orang-orang yang dikatakan berukhuwah atas dasar jahilliah (kebodohan).

Buah dari Ukhuwah Islamiyah

1. Merasai kemanisan Iman.

2. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi)

3. Mendapatkan tempat khusus di syurga (15:45-48)

“ Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa adalah ditempatkan di dalam beberapa taman Syurga, dengan matair-matair terpancar padanya .(45) (Mereka dipersilakan oleh malaikat dengan berkata): "Masuklah kamu ke dalamnya dengan selamat sejahtera serta beroleh aman" .(46) Dan Kami cabut akan apa yang ada dihati mereka dari perasaan hasad dengki sehingga menjadilah mereka bersaudara (dalam suasana kasih mesra), serta mereka duduk berhadap-hadapan di atas pelamin masing-masing. (47) Mereka tidak akan disentuh susah payah dalam Syurga itu, dan mereka pula tidak sekali-kali akan dikeluarkan daripadanya. (48)”

Subhanallah, hebatnya ganjaran bagi mereka yang bersahabat kerana Allah swt dan di atas satu tuntutan AQIDAH ISLAMIYAH.

Peringkat-Peringkat Ukhuwah:

1. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia. Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q.S. Al Hujurat: 13)

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

2. Tafahum adalah saling memahami. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta, karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad saw., beliau bersabda,

“Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.” (H.R. Muslim)

3. Ta’awun adalah saling bekerja sama dan membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran.

4. Takaful, adalah saling menanggung kesulitan yang dialami saudaranya.

Hal-hal yang menguatkan ukhuwah Islamiyah:

1. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai.

Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia, ya Rasulullah.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.”

2. Memohon didoakan bila berpisah .

“Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H.R. Muslim)

3. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang datang dari saudaramu), dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan.” (H.R. Muslim)

4. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim)

“Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (H.R Abu Daud dari Barra’)

5. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara).

6. Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu.

7. Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya.

8. Memenuhi hak ukhuwah saudaranya.

9. Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan.



Perbezaan Istilah Kawan dan Sahabat

Kawan adalah sesiapa sahaja yang bergelar saudara seagama dan juga non-muslim. Namun, mereka kebanyakannya berkawan pada ketika kita senang, dan tidak bersama ketika susah. Oleh itu, perlulah berwaspada ketika berkawan dengan mereka dan sentiasa membawa akhlak Islamiyah kepada mereka, supaya suatu saat, mereka mampu menjadi seorang sahabat.

Sahabat pula merupakan mereka yang berukhuwah hanya atas dasar Iman & Islam. Pada setiap persahabatan yang dijalinkan sentiasa kita mendapat sentuhan kasih sayangnya kerana mereka ini berkasih sayang tidaklah kerana lain melainkan untuk bersama-sama melakukan ketaatan kepada Allah swt. Mereka sentiasa bersama kita ketika susah dan senang. Walaupun persahabatan sentiasa diuji, namun, mereka akan kekal bersahabat kerana mereka percaya kepada janji Allah swt bahawa dua orang yang bersahabat kerana Allah swt, tempat mereka di akhirat nanti adalah syurga Allah swt. Apabila bersama mereka, kita sentiasa berzikir kepada Allah swt. Memandangnya sahaja, hati sudah terasa sentuhan keimanannya, apabila mendengar bait-bait bicara mereka, makin dalamlah cinta kita kepada Allah swt dan rasulNya. Tidak ada percakapan dan perbuatan yang sia-sia ketika bersama mereka, melainkan Zikrullah.

Namun begitu, untuk memperolehi sahabat yang sejati, tidaklah mudah seperti yang dibicarakan. Hal ini kerana, mereka yang bersahabat kerana Allah swt merupakan musuh syaitan yang nyata. Lalu, syaitan akan sentiasa memperlaga-lagakan mereka, supaya, lenyap keikhlasan di dalam jiwa mereka. Tetapi, orang yang beriman adalah mereka yang sentiasa sedar akan tipu daya syaitan Laknatullah. Mereka sentiasa menyedari apabila persahabatan mereka diuji, lalu kedua-duanya sentiasa beristigfar dan saling mendoakan, sehingga hilang segala perselisihan faham itu.

Pengalaman persahabatan saya sangat indah. Kemanisannya tidak mampu saya ceritakan kerana ia sentiasa berbunga di dalam hati. Saya amat bersyukur kerana di sepanjang kehidupan saya, Allah swt dengan segala rahmat dan kasih sayangNya, Dia menganugerahkan saya ramai sahabat. Mereka adalah insan-insan yang benar-benar menjadi cerminan kehidupan saya. Akhlak dan keperibadian mereka umpama haruman bunga yang sentiasa terbias ke dalam diri.

Saya masih ingat kenangan indah ketika bersama beberapa orang sahabat yang terjalin ukhuwah antara kami sedari sekolah menengan lagi. Setiap tahun, saya akan mengalami demam panas, tetapi hanya 1 atau 2 hari. Namun, tidak dapat saya nyatakan betapa indahnya persahabatan dalam Islam, sahabat-sahabat saya sentiasa sabar menjaga saya, dari awal sehingga akhir dan menjaga kebajikan saya seperti seorang jururawat. Saya masih ingat kenangan di Matrikulasi, waktu itu sudah hamper peperiksaan (study week), dan saya mengalami demam yang panas dan tidak boleh bangun. 2 orang sahabat saya, walaupun sedang sibuk dengan persiapan peperiksaan, dengan penuh kasih sayang menjaga kebajikan saya. Setiap kali memandang mereka, perasaan bersalah sentiasa menusuk ke dalam hati ini, tetapi saya benar-benar tidak mampu melakukan apa-apa. Mereka menjaga keperluan makan dan minum saya sepanjang hari. Subhanallah. Dan apa yang lebih saya terharu, mereka jugalah yang sentiasa menjaga saya ketika demam, dari tingkatan 1 bersama-sahabat-sahabat lain. Inilah yang dikatakan persahabatan di dalam Islam. Walaupun mereka tidak mempunyai pertalian darah dengan kita, namun, kerana keyakinan mereka terhadap ganjaran dan ukhuwah Islam, mereka sanggup korbankan kesenangan mereka, masa mereka, dan segala yang mereka punyai. Bukan kerana mengharapkan ganjaran dunia, tetapi hajat mereka pada setiap persahabatan yang mereka jalinkan, hanyalah untuk bersama saudara- saudara mereka menuju ke syurga Allah swt.

Sebenarnya, terlalu banyak kisah manis persahabatan saya, namun, mungkin waktu tidak mengizinkan untuk saya meneruskan penulisan ini kerana amanah sebagai seorang pelajar sedangan merayu-rayu untuk saya tunaikan. Hanya satu doa yang saya ingin panjatkan, semoga Allah swt sentiasa membahagiakan sahabat-sahabat saya, dan sesaiapa sahaja yang saya temui setiap hari,dan sentiasa memelihara dan merahmati kehidupan mereka di dunia dan di akhirat.

“Jadilah sahabat yang hadirnya dinanti dan perginya dirindui kerana mencari sahabat yang setia dan jujur ibarat mencari sebutir permata di sabalik timbunan kaca “


Gambar hiasan : GALIPS 2011

Memohon keampunan dari Allah swt, dan memohon maaf di atas segala kesilapan kata dan kesalahan bahasa. Wallahua’lam .

Rujukan

Bercinta dan bersaudara karena Allah, Ust. Husni Adham Jarror, GIP

Meraih Nikmatnya Iman, Abdullah Nasih ‘Ulwan

Rahasia Sukses Ikhwan Membina Persaudaraan di Jalan Allah, Asadudin Press

Panduan Aktivis Harokah, Al-Ummah

http://c.1asphost.com/sibin/Alquran_Tafsir.asp?SuratKe=8&start=61

2 Oktober 2011
4.17 a.m
USM P Pinang

No comments:

Post a Comment