Tuesday, March 27, 2012

Never Give Up


“O Messenger.. say to those who are captives in your hands: "If Allah findeth any good in your hearts, He will give you something better than what has been taken from you, and He will forgive you: for Allah is Oft-forgiving, Most Merciful." (Surah Al-Anfal: 70)


Wahai nabi! Katakanlah kepada tawanan perang yang ada dalam tangan engkau itu: “Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hati kamu, nescaya Dia (Allah) akan memberikan kepada kamu lebih baik daripada apa yang telah diambil daripada kamu, dan Dia (Allah) akan mengampunkan kamu.” Dan Allah adalah al-Ghafur (Maha Pengampun), lagi al-Rahim (Maha Mengasihani).

-La Tahzan, Innallaha Maana-

Sobahannur ^_^


Penawarhati90

7.27 a.m

28 Mac 2012

Desasiswa Saujana,USM

Monday, March 26, 2012

Jangan Halangi Cinta & Kasih SayangNya

“ Sungguh ALLAH lebih berbahagia dengan taubat hamba-Nya ketimbang seorang yang kehilangan hewan kendaraannya di daerah tak bertuan “. ( HR. Muslim )

Ternyata kita masih di sini. Di dunia ini. Hidup dan belum mati. Mungkin ada duka di antara kita. Yang sakit, yang dicoba, atau yang diuji dengan bencana. Tapi sesungguhnya, keseluruhan hidup kita adalah karunia. Di tubuh kita ada banyak tanda cinta-Nya. Mata, telinga, mulut, tangan, dan banyak lagi lainnya. Di sekeliling kita banyak perlambang kasih sayang- Nya. Ada anak-anak kita yang lucu. Bertingkah manis. Kadang menggemaskan, kadang menyita banyak perhatian dan kelelahan kita. Ada udara yang kita hirup Cuma-Cuma. Meski tak semuanya segar. Ada matahari yang bersinar terang. Ada hujan yang setia membasahi tanah-tanah kering dan bebatuan.

Alangkah luas kasih sayang ALLAH. ALLAH SubhanalLah Wa Ta’ala mengingatkan kita, “ Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat ALLAH, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya ALLAH benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ ( QS. An Nahl : 18 )

Saudaraku,

Tetapi lebih dari itu. Ada cinta dan kasih sayang yang sangat diperlukan manusia, yaitu ampunan ALLAH atas hamba-hamba-Nya. Perhatikanlah dalam-dalam, bagaimana RasululLAH menggambarkan besarnya cinta dan kasih sayang ALLAH kepada hamba-Nya yang bahkan telah melakukan kesalahan. Asalkan mereka mau bertaubat.

“ Sungguh ALLAH lebih berbahagia dengan taubat hambaNya ketimbang seorang yang kehilangan hewan kendaraannya di daerah tak bertuan. Hewan beserta makanan, miniman dan segala perbekalannya hilang. Orang itu pustus asa untuk menemukan hewan kendaraannya. Ia datang ke sebuah pohon dan tertidur di bawah naungannya. Tapi tiba-tiba ketika bangun, hewan yang hilang itu berdiri di sisinya. Ia pun memegang tali kekangnya. Saking gembiranya ia salah ucap dan mengatakan, “ Ya ALLAH,-engkau hambaku sedang aku Tuhanmu…” ( HR Muslim )

Apa yang terlintas dalam benak kita, jika orang yang sangat kita kasihi ditawan musuh? Kita tidak bisa melihat dan mendekatinya, padahal kita tahu kekejaman dan keburukan musuh itu. Mungkin ia akan menyiksa orang yang sangat kita cintai itu. Tapi ternyata kemudian, orang yang kita kasihi itu dapat melepaskan diri dari cengkraman musuh, lalu ia datang kepada kita tanpa diduga. Kita pasti sangat gembira dan bahagia.

Kita tentu tidak sedang menyamakan bahagia manusiawi kita dengan bahagia ALLAH. Karena itu jelas dilarang. Tetapi yang pasti, orang yang bertaubat kepada ALLAH dari lumpur dosa kedzaliman , sama seperti orang yang bebas diri dari tawanan syetan dan hawa nafsu. Ia terbebas lalu kembali ke jalan yang semestinya.

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab Al Jawabul Kafi menyinggung masalah ini. Ia menjelaskan bahwa syaithan itu musuh. Syaithan telah melakukan kedurhakaan dan bertekad untuk mempengaruhi manusia agar durhaka dan melawan perintah ALLAH. ALLAH mengetahui bagaimana keji dan buruknya syaithan. Ia akan menyimpangkan manusia ke jalan hidup yang penuh derita dan kepedihan. Karenanya, sebagai bukti cinta-Nya kepada kita, ALLAH tunjukkan kita bagaimana tabi’at syaithan itu, lalu Ia beritahukan juga cara menghadapi tipu daya syaithan itu. Dan, ALLAH juga menghamparkan kepada manusia pintu taubat-Nya, bagi yang tergelincir oleh godaan itu.

Saudaraku,

Yakini dan ingat selalu, besarnya kecintaan dan kasih sayang ALLAH SubhanalLAH Wa Ta’ala itu. ALLAH mencintai orang-orang yang bertaubat. ALLAH senang bila hamba-hamba-Nya kembali pada-Nya dan berdiri di ambang pintu-Nya. ALLAH membentangkan Tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat keburukan pada siang harinya dan membentangkan Tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat keburukan pada malam harinya. Lalu, bila malam dan siang terbentang pintu taubat, apa lagi yang kita tunggu?

Dengarkanlah apa yang diuraikan seorang salafusalih di zaman Tabi’in, Fudhail bi Iyadh :

“ Jika malam sudah berbaur dengan kegelapan dan tabir malam sudah menjulur, maka ALLAH Dzat yang Maha Agung berfirman,” Siapakah yang lebih murah hati dari pada Aku ? Meski semua makhluk durhaka kepada-Ku, maka Aku tetap mengawasi mereka. Aku melindungi mereka di tempat tidur, seakan mereka tidak pernah berbuat dosa. Aku limpahkan karunia pada orang durhaka dan orang yang melakukan keburukan. Siapa yang berseru pada-Ku dan Aku tidak menerimanya? Siapa yang meminta pada-Ku dan Aku tidak memberinya? Siapa yang mengetuk pintu-Ku lalu Aku mengusirnya? Aku adalah karunia dan dari- Ku lah datangnya karunia. Aku adalah kemurahan dan dari-Ku lah datangnya kemurahan. Aku lah Yang Maha Mulia dan dari-Ku datangnya kemuliaan. Di antara kemuliaan-Ku adalah Aku mengampuni orang-orang yang durhaka sekalipun dia melakukan berbagai macam kedurhakaan. Di antara kemuliaan-Ku ialah aku memberi apa yang diminta hamba dan Aku juga memberi hamba yang tidak meminta kepada-Ku. Di antara kemuliaan-Ku adalah Aku memberi ampunan pada orang yang bertaubat seakan dia tak pernah durhaka pada-Ku. Kemanakah makhluk yang lari meninggalkan Aku? Kemanakah orang-orang durhaka yang meninggalkan pintu-Ku.” ( Hilyatul Aulia, 8/92-93)

Yahya bin Muadz berkata, “ Maaf ALLAH itu bisa menenggelamkan dosa-dosa. Bagaimana dengan keridhaan ALLAH? Keridhaan ALLAH itu bisa memenuhi semua harapan. Bagaimana dengan cinta-Nya? Cinta ALLAH itu bisa mengalahkan logika. Bagaimana dengan kasih sayang-Nya?. Kasih sayang ALLAH itu dapat membuat orang tidak memerlukan apapun. Maka, barang siapa yang mencintai selain ALLAH ( lebih dari cintanya kepada ALLAH, atau cinta yang dilarang ALLAH ), itu karena kebodohan dan kependekan pengetahuannya tentana ALLAH.”

Saudaraku,

Kita semua pasti senang disayang dan dicintai ALLAH. Itu bukan pilihan sukarela, mau atau tidak mau. Tetapi kita memang perlu kasih sayang itu. Maka, jangan halangi turunnya cinta dan kasih sayang-Nya. Kita terlalu banyak melakukan kesalahan. Segeralah kembali kepada ALLAH SubhanalLAH Wa Ta’alaa. Ucapkanlah istighfar, mohonlah maaf dan ampunan. Mintalah juga orang lain untuk mendo’akan kita agar ALLAH mengampuni dosa kita. Mintalah kepada mereka, terutama orang-orang yang kita anggap dosa dan kesalahannya lebih ringan dari kita. Umar bin Khattab, Amirul Mukminin yang terkenal kekuatan dan ketegasannya dalam menjauhi larangan ALLAH, pernah meminta pada anak-anak agar memohonkan ampunan baginya. “ Kalian belum mengenal dosa,” kata Umar.

Saudaraku,

Mari sama-sama Saling mendo’akan, agar ALLAH SubhanalLAH Wa Ta’ala mengampuni dosa dan kekhilafan kita….Agar ALLAH terus mencurahkan kasih dan sayangNya. Agar jalan hidup kita bersinar terang. Selagi kita masih diberi waktu.

Maraji' : Mencari Mutiara di Dasar Hati ( Muhammad Nursani )

sumber: http://mujitrisno.multiply.com/journal/item/613/Jangan_Halangi_Cinta_dan_Kasih_Sayang-Nya_

Penawarhati90

26 Mac 2012

6.34 p.m

Perpustakaan Hamzah Sendut Baru,

USM

Diskusi Ilmu


Mari meneroka Al-Quran!!! ^_^

Sunday, March 25, 2012

Rehlah Tarbawi

Bismillahirrahmanirrahim,

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb yang nyawaku dalam genggamanNya, Dialah ALLAH, Pemilik Arsy Yang Agung. Selawat dan salam utusan jiwa buat kekasih pilihan Allah, Rasulullah saw, suri tauladan terbaik sepanjang zaman, serta salam sejahtera buat ahli keluarga dan para sahabatnya yang unggul.

Alhamdulillah, saya mengucapkan sepenuh kesyukuran kepada Allah swt, Rabb Yang Maha Pencipta & Maha Pencinta, yang kasih sayangNya mendahului kemurkaanNya, kerana sehingga pada saat ini, Dia masih sudi memberi daku peluang untuk bernafas buat sehari lagi, memberiku kesempatan untuk merasai kesejukan embun pagi, menatap keindahan ciptaanNya bermula saat fajar menyinsing sehingga melabuhkan tirainya di senja hari, Alhamdulillah, sehingga di malam yang dingin ini, tidak putus-putus Dia mengurniakan pelbagai nikmat agar bibirku tetap bertasbih memujiNya, hatiku tetap padu dalam pencarian cintaNya, serta setiap nikmat pemberianNya ini, seolah-olah memujuk hamba berdosa ini agar sentiasa kembali kepadaNya dengan taubat yang penuh ikhlas. Subhanallah, baiknya Allah, kerana tidak pernah membiarkanku berputus asa dari rahmatNya, sentiasa memberi daku peluang untuk kembali kepadaNya selagi waktu masih ada, ada kalanya Dia mentaqdirkan cubaan keatasku, supaya daku sedar akan perhambaanku kepadaNya, agar daku melepaskan diri ini dari ikatan dunia yang begitu dusta ini, kepada perhambaan kepadaNya Yang Maha Kekal.


Hari ini mencipta suatu memori indah untuk disimpan kemas di dalam kamus hidupku lagi . Saat bersamamu sahibah-sahibahku, tidak akan daku lupakan hingga ke akhir waktu. Pada mulanya, hati ini sedikit berat untuk melangkah ke Pusat Sukan Air Teluk Kumbar, kerana sedikit trauma dengan peristiwa lalu, dan beberapa hal yang sebenarnya mengekang langkahku. Namun, ada suatu daya tolakan yang begitu kuat memujuk hati untuk tetap melangkah adalah rehlah ini akan dihadiri oleh sahibah-sahibah yang daku sayangi kerana Allah swt. Antaranya, Makcik Nor Izzah, Makcik Awatif, Makcik Khairil, K Sakinah, K Shazwani, K Aisyah, K Zaleha, K Faruqi, Raidah, K Zulaikha, K Huda, K Faezah, adik-adik seperjuanganku, Zainab, Ikin dan ramai lagi, Alhamdulillah. Menatap wajah setiap seorang daripada mereka membuatkan hatiku begitu tenang dan nyaman, tidak tahu mengapa, rasa begitu tenteram, seolah-olah hilang segala masalah yang memberatkan fikiranku, dan dibuang jauh-jauh ke dalam laut. Allah, begitulah panahan ukhuwah Islamiyah, ia tidak berhajat kepada sesuatu yang lain melainkan sama-sama berkasih sayang kerana Allah, dan saling lengkap-melengkapi dalam ketaatan kepada Allah swt. Saat bersama mereka merupakan detik yang begitu indah dalam hidupku, kerana hari esok merupakan sesuatu yang tidak pasti.


Pada saya, rehlah kali ini benar-benar satu rehlah tarbawi, rehlah yang terdidik dan tersusun, disusun kemas oleh Allah swt. Bermula saat tiba di pusat sukan air, kami bertaaruf dan berkenalan antara satu sama lain, walaupun kali pertama bertemu, umpama sudah lama mengenali satu sama lain. Kemudian, kami disajikan dengan beberapa makanan rohani oleh beberapa orang murobbi yang disegani, sebelum menjamah makanan fizikal. Sementara menunggu giliran berkayak, kami berjalan-jalan di persisiran pantai, dan tidak sangka, di situ kami secara tidak formal, membentuk bulatan, bertaaruf secara mendalam lagi antara satu sama lain, dan sedikit tazkirah rohani lagi diberi oleh makcik Nor Izzah sebagai memperingatkan kami agar sentiasa meluruskan niat dan mengikhlaskan hati dalam memberi masa untuk mengikuti program seperti ini. Kata makcik, jihad itu bukanlah hanya di medan perang, tetapi juga dalam menguatkan ukhuwah sesame muslim, juga merupakan satu jihad.


Pada mulanya saya benar-benar tidak berhajat untuk bermain kayak, lalu tidak membawa sebarang pakaian salinan. Tetapi, ajakan sahibah-sahibah cukup menyentuh hati saya yang paling dalam. Langkahan terasa seperti mudah, dan saya rasa begitu bahagia kerana inilah kali pertama saya merasa begitu selamat bermain kayak kerana dalam suasana yang agak terjaga, dan bersama para murobbi yang saya kasihi kerana Allah.


Secara konklusinya di sini, saya hanya dapat simpulkan bahawa, rehlah pada kali ini merupakan satu rehlah yang benar-benar tarbawi, dan ia mencapai maknanya tersendiri. Alhamdulillah, bersyukur pada Allah swt.


Akhir kata, semoga setiap hari yang dilalui merupakan hari-hari yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepadaNya. Sama ada bahagia atau tidak pada zahirnya, asalkan roh ini mendapat hak yang sepatutnya ia miliki, iaitu kecintaan yang begitu mendalam terhadap Allah dan Rasul. Sehingga saat ini hamba lemah ini masih bertatih. Walaupun susah, walaupun payah, perjalanan harus diteruskan, doaku setiap kali melalui hari yang baru, semoga hariku ini lebih baik dari hariku yang lalu. Semoga senyuman keikhlasan dan keimananku kembali lagi pada suatu saat yang tidak pasti.


“ Ya Allah, Wahai Rabb Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas DeenMu. Ya Allah, Cukuplah Engkau bagiku, keatasMu daku bertawakkal, sesungguhnya Engkaulah Rabb Pemilik Arsy Yang Agung. Ya Allah, peliharalah imanku, iman ahli keluargaku yang dicintai, dan iman saudara-saudaraku di Palestin, Syria, Somalia dan di seluruh pelosok dunia, juga para sahabatku walau di mana sahaja mereka berada. Ya Allah, sampaikanlah salam rinduku pada mereka, sampaikanlah suara kerinduanku yang paling dalam hatiku ini, bahawa daku sangat merindui dan mengasihi mereka hanya keranaMu, pertemukanlah kami lagi seandainya ia dalam keizinanMu, dan pertemukanlah kami di akhirat, andaikata inilah pertemuan terakhir buat kami, sesungguhnya pertemuan di sanalah pertemuan yang abadi, semoga kami semua tergolong dalam kalangan mereka yang selalu bersyukur dan bertaubat” .

Amin.


p/s: merindui keluarga yang sudah lama tidak ketemu. Semoga pembedahan anak saudara yang dikasihi, Umar Mukhriz, berjaya pada esok hari.

Penawarhati90,

1.19 a.m

26 Mac 2012

Desasiswa Saujana, USM.

Friday, March 23, 2012

With YOU -YA RABBAL ALAMIN-

Allah,

I need Allah,

And the hearts all over the world tonight.

I said there's hearts all over the world tonight

What can I do?

I need Allah,

And the hearts all over the world tonight.

I said there's hearts all over the world tonight

Wish I was smarter, when I was younger.

Found something better - made me a winner and,

I'm so glad to be Yours!

It's my life that you own.

I start my journey when You forgive me

I swear my whole world stops.

You are in my heart and, I'm so glad that its fine

You are One truly kind...

You lighten me!

(I) Feel it, through and through, and

For sure ya Rabbee, there ain't nothing You can't do!

Because if I got You,

I don't need money!

I don't need cars!

Lord, you're my all!

And...Oh!

I'm into You my Lord,

No one else would do!

With every test you put me through,

the miracles, you help me do..

And now I know I can't be the only one,

I bet there's hearts all over the world tonight,

with the Love of their life who feel...what I feel when I'm

With You, with You, with You, with You, ya Rahman!

With You, with You, with You, ya Raheem!

I don't want nobody else

Without You there's no one left and,

the Master of judgment day,

I got to have Your love and I cannot do without,

If I got You,

I don't need money!

I don't need cars!

Lord, you're my all!

Oh!

I'm into You my Lord,

No one else would do!

With every test you put me through,

the miracles, you help me do..

With You, with You, with You, with You, ya Rahman!

With You, with You, with You, ya Raheem!

And I will never try to deny,

That You are my life,

Because if You ever let me go I would die!

So, I won't front!

I don't need another mission,

I just need you as my vision!

If I got You, I'll be straight,

Rabbee I need you every day!

I need Allah...

And the hearts all over the world tonight,

I said there's hearts all over the world tonight

What can I do?

I need Allah...

And the hearts all over the world tonight,

I said there's hearts all over the world tonight

Rab ighfirly

Fantal kareemuu!

Wa3fu ya rabbee

Fantar raheemuu!

With You, with You, with You, with You, ya Rahman!

With You, with You, with You, ya Raheem

Penawarhati90
9.53 a.m
24 Mac 2012
Desasiswa Saujana, USM

Saturday, March 17, 2012

Jodoh & Takdir


“Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, bahawa Ia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikanNya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang yang berfikir.” (Surah Ar-Rum: 21)


Penawarhati90

6.02 a.m

18 Mac 2012

Desasiswa Saujana, USM

Friday, March 16, 2012

RAPUH



detik waktu terus berjalan

berhias gelap dan terang

suka dan duka tangis dan tawa

tergores bagai lukisan

seribu mimpi berjuta sepi

hadir bagai teman sejati

di antara lelahnya jiwa

dalam resah dan air mata

kupersembahkan kepadaMu

yang terindah dalam hidup

meski ku rapuh dalam langkah

kadang tak setia kepadaMu

namun cinta dalam jiwa

hanyalah padaMu

maafkanlah bila hati

tak sempurna mencintaiMu

dalam dadaku harap hanya

diriMu yang bertahta

detik waktu terus berlalu

semua berakhir padaMu

Let's Take Care Of Our Heart

Ibn Qudamah said: "Whoever know his heart, knows his Rabb, yet most people are ignorant of their heart and its qualities and functions is an integral part of the Deen and the basis for those who seek the right way to Allah"

Tuesday, March 13, 2012

Kehilangan Sebuah Pedoman

Wahai... Pemilik nyawaku

Betapa lemah diriku ini

Berat ujian dariMu

Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan... Baru ku sadar

Indah nikmat sehat itu

Tak pandai aku bersyukur

Kini kuharapkan cintaMu

Reff. :

Kata-kata cinta terucap indah

Mengalun berzikir di kidung doaku

Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku

Butir-butir cinta air mataku

Teringat semua yang Kau beri untukku

Ampuni khilaf dan salah selama ini

Ya ilahi....

Muhasabah cintaku...

Tuhan... Kuatkan aku

Lindungiku dari putus asa

Jika ku harus mati

Pertemukan aku denganMu


Pesanku pada diriku yang sering lalai, hargailah nikmat yang dihadapan mata , kerana, apabila ia hilang, beribu sesalan tidak bermakna lagi. Pesanku pada diriku yang sering alpa, janganlah terus bersedih di atas nikmat yang telah hilang, kerana fitrah dunia ini dan isinya sememangnya tidak kekal, cepat atau lambat, ia tetap akan hilang. Pesanku pada diri yang begitu lemah, kembalilah kepada Yang Maha Kuat, Bergantunglah kepada Yang Maha Kekal, kerana Dialah Pemberi Penyakit, tetapi disisiNya juga Miliki Penawarnya.

Suatu masa daku bertanya kepada seorang sahabat yang dikasihi kerana Allah,

"Apakah yang akan diperbuat apabila merasa sedih?". Lalu jawabnya: " Ana akan menangis di tengah malam merintih padaNya, dan ana akan meyakinkan diri ana bahawa, ana belum bersedia untuk mencapai target itu, dan perlu berusaha lagi ".. Dalam keadaan sebak, daku cuba membina keyakinan itu sedikit demi sedikit lalu berkata pada diri "Ya, harus berusaha lagi dan tidak putus harapan padaNya."

Kata seorang sahabatku yang dicintai kerana Allah lagi:

"Apabila Allah swt tidak memberi kita sesuatu yang kita hajati, bukanlah bermakna Allah membiarkan kita, tetapi Allah mahu kita bermuhasahabah diri." Jadi, apabila kita kehilangan sesuatu yang berharga dalam kehidupan ini, bermakna Allah swt mahu kita terus bermuhasabah. Apakah ada sesalan di hati ini? Alhamdulillah, Allah mendidik erti sabar dan redha. Tidak ada yang lebih bermakna melainkan Allah & Rasul. Harus ikhlas menerima dan terpancar dalam senyuman yang tulus. ^_^ ..


"Cukuplah Allah bagiku, ke atasNya daku bertawakkal,

sesungguhnya Dialah Rabb Pemilik Arsy Yang Agung"

Tuesday, March 6, 2012

Allah Sentiasa Dekat Dengan Hamba-hambaNya


Alhamdulillah, Segala Puji Hanya Bagi Allah, Rabb Yang Maha Pengasih Lagi Maha Pencinta. Yang sentiasa mencintai hamba-hambaNya, sentiasa bersama dalam setiap keadaan hambaNya walaupun ia sedang bergembira ataupun berduka, selagimana, hamba itu sentiasa menjadikan Dia harapan dan tempat bergantung dalam semua urusan.

"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu(Muhammad) mengenai Aku maka (beritahu kepada mereka): sesungguhnya Aku (Allah) sentiasa hampir (kepada mereka) Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka menyahut seruanKu (dengan mematuhi perintahKu), dan hendaklah mereka beriman kepadaKu supaya mereka menjadi baik serta betul. (Surah Al-Baqarah : 186)

" Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya" (Surah Qaf : 16)

Pada usrah yang lalu, teringat saya sebuah ungkapan seorang sahibah yang dikasihi kerana Allah, yang menusuk jiwa ini, " Sesungguhnya Allah swt akan mentakdirkan sesuatu keatas hamba-hambaNya dengan sesuatu yang mereka perlukan, bukan yang mereka hendakkan". Ya, benar, Allah swt Maha Mengetahui Segala yang terbaik buat hamba-hambaNya, masakan Dia menzalimi hamba-hambaNya sedangkan Dia menciptakan mereka dengan sepenuh kasih sayangNya.


"Bukanlah Allah tidak mengetahui dan memahami akan retaknya hatimu, deritanya hidupmu, hal ini kerana Dia Maha Mengetahui bahawa hati-hati inilah yang akan sentiasa dekat dan akrab denganNya."


Benar, dalam setiap kesedihan yang kita alami, tidak mampu kita sebut nama-nama yang lain melainkan Nama Allah Yang Maha Agung Lagi Maha Mulia.. Setiap tadahan doa, nikmatnya tidak seperti hari-hari yang biasa, kerana pada waktu itu, kita berdoa dengan penuh Pasrah, dan menyerah sungguh, kerana tidak ada yang bisa mententeramkan hati melainkan Dia. Suara azan yang memanggil seolah-olah mengeluarkan jiwa yang dalam keserabutan menuju ke subuah lambaian sakinah (ketenangan). Ya Allah, terima kasih kerana mengurniakan kami Nikmat Islam dan Nikmat Iman, kerana di situ kami bisa merasai KehadiranMu, melihat cahaya RabbaniMu.


" Cukuplah Allah bagiku, ke atasNya aku bertawakkal, sesungguhnya Dia pemilik Arsy Yang Agung".


Subhanallah, cahaya mentari pagi hari yang menyinari alam ini, bisa kulihat lagi. Moga- moga hari ini lebih baik dari hari hari yang lalu, dalam usaha mengejar keredhaanNya.

Monday, March 5, 2012

Believe In RABB

Allah telah bertitah di dalam sebuah hadith qudsi yang bermaksud, “ Hamba-Ku menyombongkan diri terhadapKu dengan pelbagai attribut kemegahan, padahal Akulah yang melindungi mereka di tempat tidur mereka. Antara-Ku, dan jin serta manusia, terjadi berita besar, bahawa Akulah yang menciptakan, namun yang disembah adalah selain-Ku. Aku memberi rezeki namun, selainku yang disyukuri, kebaikan-Ku sentiasa turun kepada para hamba, tetapi kejahatan merekalah yang naik kepadaKu. Aku mencintai mereka dengan mengurniakan mereka nikmat-nikmatKu, sedangkan Aku tidak memerlukan mereka. Mereka memancing kemurkaan-Ku dengan pelbagai kemaksiatan, padahal merekalah yang paling perlu kepadaKu. Sesiapa yang datang kepadaKu, maka ia akan kujemput dari kejauhan. Sesiapa yang berpaling dari-Ku, Aku akan memanggilnya dari kejauhan. Sesiapa yang meninggalkan sesuatu demi Aku, akan kuberikan kepadanya lebih dari cukup. Sesiapa yang menginginkan keredhaanKu, Aku pun menginginkan apa yang diinginkan olehnya. Sesiapa yang bertindak bergantung kepada daya dan kekuatanKu, maka akan kulunakkan baginya. Orang yang melakukan maksiat, tidak akan Ku buat mereka berputus asa dari rahmatKu, jika mereka bertaubat kepadaKu, maka Aku akan menjadi Kekasih mereka, sebab Aku mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Jika mereka tidak bertaubat kepadaKu, maka Aku akan bertindak sebagai Doktor mereka. Akan Kuberikan cubaan kepada mereka dengan pelbagai musibah untuk membersihkan mereka dari pelbagai aib. Dan sesiapa yang lebih mementingkan Aku daripada selainKu, maka Aku akan lebih mementingkannya daripada orang lain. Satu kebaikan disisiKu adalah bernilai 10 kali ganda yang sepertinya, hingga ke 700 kali ganda, hingga ke gandaan yang banyak sekali. Sedangkan kejahatan di sisiKu adalah bernilai satu. Maka jika ia telah menyesal dan memohon ampun, maka Aku pun mengampuninya. Aku mensyukuri amal kebajikan yang sedikit dan mengampuni banyak kesalahan. Kasih sayangKu mendahului MurkaKu. Sifat PenyantunKu mendahului keputusanKu menjatuhkan hukuman. Pemberian maafKu lebih mendahului siksaanKu, Aku lebih Pengasih kepada hamba-hambaKu, daripada kasih sayang ibu terhadap anaknya”


Subhanallah, besarnya kasih sayang Allah. Diciptakan hamba olehNya dengan penuh kasih sayang, di tempeh yang begitu suci lagi diberkati, iaitu Rahim (Kasih sayang), ibu. Namun, kadang kala hamba ini lupa, kadangkala hamba ini alpa, akan dari mana asal kejadiannya. Lalu, Allah swt bertindak sebagai Doktor yang memberikan ujian dan cubaan, supaya hamba ini sentiasa kembali dan sedar akan perhambaanNya.


Sesungguhnya kehidupan ini sememangnya menuntut pelbagai pengobanan. Para Rasul dan sahabat juga diuji dengan pelbagai cubaan, demi membuktikan keikhlasan dan ketulusan Iman. Dan ujian itu tidak terhenti pada generasi mereka sahaja, namun, dari generasi ke generasi yang lain, dalam bentuk yang berbeza sesuai dengan jiwa seseorang hamba. Teringat sebuah sirah mengenai pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, dalam membuktikan Cinta dan Keikhlasan Iman mereka terhadap Tuhan Yang Esa, dan pengorbanan itu bukanlah prongorbanan yang biasa, tetapi di luar jangkauan pemikiran manusia. Bagaimana mungkin seorang bapa sanggup menyembelih anaknya, demi satu tuntutan atau satu bukti Cinta mereka terhadap Rabb mereka. Kisah ini dirakamkan di dalam surah As-Saffat : 102


“Maka ketika anaknya itu sampai (ke peringkat umur yang membolehkan dia) berusaha bersama-sama dengannya, Nabi Ibrahim berkata: "Wahai anak kesayanganku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahawa aku akan menyembelihmu; maka fikirkanlah apa pendapatmu?". Anaknya menjawab: "Wahai ayah, jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah, ayah akan mendapati daku dari orang-orang yang sabar".


Berat hati seorang ayah, namun, keyakinan dan kecintaan terhadap Rabb mereka, menjadikan Iman mereka sentiasa membicarakan erti pasrah & redha. Kata Nabi Ismail dengan tenang :


"Wahai ayah, jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah, ayah akan mendapati daku dari orang-orang yang sabar".


Oleh itu, hamba harus menerima cubaan ini dengan tenang dan sabar, seperti tenang dan sabarnya Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.


Umar Ibnu Al-Khattab pernah berkata: "Sesungguhnya kebaikan itu semuanya berada dalam keredhaan, jika engkau mampu untuk redha, maka lakukanlah, dan jika tidak mampu maka bersabarlah"


Hati cuba bertahan agar tidak menangis kerana dunia, tetapi ada kalanya air mata tumpah jua, membuktikan betapa lemahnya manusia ini. Moga kesakitan ini akan kembali pulih, semoga kehibaan ini akan kembali ceria, hanya dengan sebuah penawar hati dan sanubari Al-Quranul Karim. Dengan menghayati setiap kalimah yang merupakan pujukan Illahi, insan yang buta dan kegelapan ini bisa melihat kembali dalam cahaya Rabbani. Hamba harus tersenyum selalu, kerana senyum itu sedekah dan juga penawar duka. Sungguh , ketenangan dan kebahagiaan itu hanyalah diperolehi apabila seseorang hamba sentiasa berusaha melaksanakan perintah Allah, dan meluruskan kehidupanNya sesuai dengan jalan yang ditunjukkan Allah untuk sampai ke destinasi abadi, dan tentunya, Syurga Firdausi. Selain dari itu, kehidupannya pasti sentiasa dalam keserabutan dan menuju kepada kehinaan, hina di dunia juga hina di sisi Allah. Nauzubillah. Insha’Allah.


" Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya" (Surah Qaf : 16)


“ Bila mungkin ada luka tersenyumlah, bila mungkin hidup hambar dirasa, mungkin hati rindukan Dia.”

If you don't thank الله for every smile, then you have no right to complain about every tear. Stay tough, stay cool. Allah doesn't burden a soul beyond the ability. :)


BELIEVE in RABB.


Percayalah Wahai Hati…


" dan ingatlah (hanya) dengan mengingati Allah, hati-hati akan menjadi tenang"


Bicara hati Seorang Pendosa.